Genap Satu Tahun SOE, Perputaran Uang di Kawasan Kuliner Capai Rp1,8 Miliar

img

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan UMKM, Fathul Alamin di acara Satu Tahun SOE. (pic:Tanty)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Ruang kreatif sekaligus pusat kuliner dan seni pertunjukan di kawasan Simpang Odah Etam (SOE) di Jalan Kartanegara, Kecamatan Tenggarong genap berusia satu tahun, sejak pertama kali diresmikan pada 30 Agustus 2024 lalu. Kawasan ini dinilai berhasil menjadi wadah apresiasi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

 

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan UMKM, Fathul Alamin menyebutkan Simpang Odah Etam sejak awal memang diproyeksikan sebagai ruang ekspresi bagi pelaku UMKM kuliner dan seni pertunjukan.

 

Namun, khusus untuk seni pertunjukan, pihaknya tidak menghadirkan artis papan atas, melainkan memberi panggung bagi talenta-talenta baru yang sedang berkembang.

 

“Untuk kuliner, kami menerapkan sistem kurasi agar produk yang tampil benar-benar berkualitas. Harapan kami momentum satu tahun ini bisa menjadi refleksi agar Simpang Odah Etam semakin berkembang,” ujar Fathul saat diwawancarai awak media disela-sela acara.

 

Fathul mengungkapkan keberhasilan SOE di Tenggarong diharapkan bisa diduplikasi Kecamatannya lain di Kutai Kartanegara. Dengan begitu, dampak positif terhadap ekonomi masyarakat dapat semakin meluas.

 

Dari sisi ekonomi, perputaran uang di kawasan tersebut terbilang signifikan. Ia mengungkapkan tenant-tenant yang ada di SOE memberikan laporan omzet setiap pekan, yang kemudian direkapitulasi dan dilaporkan kepada Bupati Kukar.

 

“Rata-rata fluktuatif, tapi perputaran uang per bulan mencapai Rp186 juta, atau sekitar Rp1,7 juta per tenant per pekan. Kalau dihitung setahun totalnya sekitar Rp1,8 miliar,” ungkap Fathul.

 

Lebih menggembirakannya lagi, Fathul mengaku dalam tiga bulan terakhir daya beli masyarakat tetap stabil, meski kondisi ekonomi cukup menantang.

 

Ia menyebut melalui hasil kerja sama pihaknya dengan provider Telkomsel menunjukkan bahwa pengunjung SOE bukan hanya dari Tenggarong, tetapi juga dari Samarinda, Balikpapan, hingga luar daerah.

 

“Ini artinya, Simpang Odah Etam sudah menjadi magnet wisata sekaligus ruang ekonomi kreatif baru bagi Kukar,” tambahnya.

 

Fathul berharap ke depan SOE semakin berkembang, meningkatkan kualitas, dan menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM maupun seni pertunjukan.

 

“Ajang ini bisa jadi wadah belajar, berbagi pengalaman, sekaligus role model yang baik untuk ditiru di tempat lain,” pungkasnya. (Adv/Tan)